Jumat, 22 Mei 2015

♥ cinta yang katamu bangkek

Aku tak tau apa itu cinta. Rindu, itu aku tau.

Bagaimana bisa kau mengatakan nya bangkek, definisi nya saja kau enggan mendefinisikan lagi dihadapanku. Lalu mungkin bangkek karena kau tak bisa, tak ingin mendefinisikan, dan tambahan nya lagi mungkin karena hadir saat tak kau ingini apa lagi kau butuhkan. Bukan begitu cinta?

bangkek, kemana saja kau?
aku mencari-cari.
mungkin kau sedang butuh ruang dan waktu untuk bersama kenangan, sempatkanlah waktu untuk mengingatiku dalam kini, aku yang katamu kau jadikan ada disampingmu, semoga kau tak lupa  ♥

tanpa bicara kita sudah sama-sama mengerti bukan? bangkek.

malam kau hilang, malam mencari-cari pagi.
lalu, pada siang, pagi hilang lagi.. bangkek..

siang-siang, diam-diam. diam-diam saling memperhatikan, mencari tahu? bangkek. kenapa tidak bicara? takut tidak mendapatkan jawaban seperti yang diinginkan? ragu-ragu lagi? tak punya harapan, tak mau dan tak bisa yang dikondisikan. takut berkecewa? memilih tidak mengambil resiko? mengapa tak cintai juga resikonya? pernah atau sedang menghitung-hitung untung rugi? harga diri? harga diri yang tidak boleh dibawa-bawa? harga diri yang katamu kurendahkan? sampai kapan memandang segala persepsi hanya dari pengamatanmu? sampai kapan semua kau simpulkan sendiri, MENTAH-MENTAH! bangkek.

ada yang bisa dipahami dari semua kalimat yang tercipta sejak kau mulai melihatinya? apa?

jamur dan cawan mungkin berdusta. bangkek.

mana hangat peluk mu? mana kau yang berucap hadir dihadapanku? bangkek

♥cinta yang macam-macam;
♥versi satu; kita begitu sama dalam memandang segala hal, satu pikiran, satu visi dan sebagainya -- lalu ketika ada hal-hal yang berbeda dan tak lagi sama, maaf cintaku habis. cinta yang cepat berubah. tak memperjuangkan apapun. bangkek!
♥versi dua; kita begitu berbeda dalam segala hal, dimanakah kesamaan kita? harus dicari untuk membangun tujuan. lalu jika tidak nemu kesamaan? tidak yakin jika bisa loh saling menguatkan? bangkek!
♥versi tiga;cinta konfrontasi, cinta dengan ragu. bangkek!
♥versi lainnya, fiuh, masih banyak sekali, mulai dari cinta yang tak diterima bumi,  hingga cinta ditinggal mati. bangkek!

pada suatu hari nanti, hari yang telah jauh dari hari ini, akan jadi siapakah aku untukmu? akan jadi siapakah kau untuk ku? mungkin jadi bangkek. pilihannya hanya dua, menjadi dua sosok bangkek yang bercinta ataukah menjadi bangkek satu sama lain, bangkek bagi yang bukan aku, bangkek yang bukan kamu.

geram adalah ketika mengingati sikap-sikap MU yang ku anggap bangkek namun terus kau pelihara, tentu tak akan ada yang lupa bahwa dulu aku hadir sebagai sosok yang membawa aura jahat, sesuatu yang harus dijauhi, bukan begitu?

takut, ketakutan, kata orang sih manusiawi. jadi tak usah mimpi jika hanya takut-takut! lalu selamat hidup seperti biasa.

tak ada kata yang paling cinta
tak ada kata yang paling benci
tak ada kata yang paling sejati
tak ada yang paling kau cari
tak ada yang paling kau butuhkan
begitu pula aku,
lalu, mari terus bersama. bangkek. ☻☺

lalu, aku tak akan mencintaimu dengan cinta yang katamu biasa. aku mencintaimu dengan bangkek!





ditulis dengan imaji emosi yang berbahagia, bersinis dan berbangkek.
tak lupa dengan bermencintai dengan berlimpah.
semoga tak lekas surut.
siapa yang tau?
tentu, aku!



Selasa, 19 Mei 2015

malam paling romantis

malam paling romantis itu seperti malam ini
sambil membaca caci maki, hinaan dan segala cecar keburukan yang ditujukan padaku, aku mendapati salah seorang kawan cukup mengertiku. 
aku mengingati kawan itu, kawan yang akhir-akhir ini sering galau karena lelaki barunya, kawan yang dulu dengan nya tanpa kami tau harus mengarah ke mana tapi selalu tertawa dalam gila. kita mengerti tanpa harus dikatakan. orang berubah, kita sepakat akan hal itu.

malam paling romantis itu seperti malam ini
sembari mengetahui percakapan dua manusia diatas, sembari menceritakan sedikit pada kau yang kurindukan. ciee rindu melulu, bagaiman tidak, didekatmu saja walau menempel rindu itu tetap ada.

aku tidak sedang mengumbar benci, pun tidak sedang memamerkan kebahagiaan..

hanya menggoreskannya dalam banyak cara..

malam paling romantis itu seperti malam ini
hujan deras padamu, membuatku ingin memelukimu lagi
oke, mari secepatnya saling menuju!

malam paling romantis itu seperti malam ini
jarak yang tak seberapa ini setidaknya membuat pertemuan tak mudah sehingga setiap nya terjadi, seperti biasanya, waktu selalu tak cukup :)
mari hidup bersama seterusnya.

dengan mimpi yang tak semua orang punya, dengan mimpi yang mungkin masih di iri

malam paling romantis itu seperti malam ini
was-was yang jika sudah tak ada lagi yang sanggup dibicarakan, namun seberapa banyak pun yang ingin dibicarakan masih harus tertahan, menunggumu hadir dalam pelukan!

malam paling romantis itu seperti malam ini
menunggu waktu bertemu kembali..

karena selebihnya, romantis punya artinya masing-masing


Senin, 18 Mei 2015

yang abadi

masa depan?


cinta bebas? bebas mencinta?



kamu bertanya masa depan? Masa depan ku?

Atau masa depan yg mana? Masa depan yang ada kamunya?
Tak bisa ku jawab sendiri.
Masak iya masa depan yang  ku ingin ada kau nya, hidup bersama hingga menua dengan mu, ber ini itu dengan mu itu hanya aku saja yang ucap! Bisa-bisa kau bilang aku 'ngarep' doang seperti biasa nya bukan? apa harus dibuat draft penawaran? memangnya kau butuh itu?
jika aku tak tau, maka beritahulah.
bukan kah ibarat pertanyaan dan jawaban kita akan melengkapi? 
walau pertanyaan dan jawaban terus berkembang. setidaknya aku dan kau terus mencari.


bicara masa depan tentu tak cukup jika hanya bicara sepaket kisah percintaan mainstream!
pernah kubilang, hidup itu luas, tak sekedar cinta-cinta an. 
cinta hanya salah satu bagian seni dalam hidup.
dan cinta pun beraneka ragam.

ada cinta ba-bi-bu yang hanya sekedar menutup ataupun menambal kesepian hidup seseorang mungkin? yang sering disebut kelengkapan ketika berpasangan? pilihan ketika bosan seperti katamu?
sungguh, jika hanya cinta semacam itu tentu tak ada yang cukup untuk seonggok manusia. 
aku tak sedang 'hanya' mencari hal-hal semacam itu, pun sebenarnya tak sedang mencari apapun, namun di antara ketidak mencari apapun itu, cintaku malah terpaut di kamu, dan semakin besar setiap hari nya, sungguh beruntung bukan. Aku beruntung mencintaimu, kau beruntung kucintai, tentu.




aku tidak ingin seperti air! mengalir dari tempat yang tinggi menjadi rendah!

lama, lalu terlupa? 


dalam setiap perjumpaan kini sering kudapati kau tersenyum dengan suatu senyum yang disembunyikan, benar bukan! senyum yang dilakukan dengan berpaling muka, berpaling dari pandanganku, namun jelas ditujukan untukku! Tersenyum karenaku. juga diingkari, biarlah.

Sabtu, 09 Mei 2015

kisah VI kita, diam, kita, bisu.

banyak hal-hal yang ingin tersampaikan, diutarakan, tapi sekali lagi, mungkin kita memilih diam.
diam untuk menjaga diri dari kekecewaan, diam karena risau kata tak kan mampu mewakili perbuatan, atau malah diam karena merasa sudah tak ada lagi yang harus saling diketahui? dan diam - diam lain nya. bibir mungkin terkunci rapat untuk berucap, tapi kita masih saling memagut kecupan. dan malam yang sudah pagi ini ingin sekali mengecap dan mengecup bibir tempat segala nyinyir dan ucapan benci yang ditujukan pada ku bermuara. setidaknya, dalam masalah ini diam jadi lebih bersahabat dibandingkan harus mendengari kata-kata kasar yang kadang menyakitkan, kadang menggemaskan. tapi tenang saja, sesakit-sakitnya ucapanmu, yakin lah aku tak sesakit itu. 

aku dan kau, apakah mewakili kita? hmmm... 

mungkin dalam hal diam dan bisu...


jika diam membisu dapat mewakili berbagai perasaan nampaknya aku tak kan pernah ahli memahaminya :)

"Namun setiap rasa putus asa, selalu menemukan jalan untuk meraih harapan, jika bersungguh- sungguh.. sedalam apapun rasa putus asa pasti tidak akan sebanding dengan hembusan sebuah harapan". darimana kau menciptakan kalimat indah ini? 

selain diam, pun bisu, masih ada satu lagi, yang muncul, air mata.
air mata tak pernah mengucap apapun, pun entah apakah dapat mewakili penjelasan perasaan.

bahagia apakah cukup?


haha tau kah kau bahwa aku tak ada sama sekali sepakatnya kepadamu jika kau mulai menggelontorkan pernyataan "cinta saja tak cukup" "harus realistis" "materi dsb". karena menurutku hal-hal berbeda tersebut tidak dapat disandingkan menjadi padanan perbandingan.
bukankah ontologi dan epistimologi ada untuk melengkapi seluruh ilmu pengetahuan. mungkin juga rasa.
dapat diukur berdasarkan kualitas maupun kuantitas aku tak tau pengalaman-pengalaman mu sebelumnya bagaimana mengukur semua yang ingin kau ukur, kali ini aku tak punya timbangannya..

setidaknya, walau diam, diam-diam kita terus menuliskan apa yang didiamkan bukan!

aku tidak jatuh cinta dalam diam, mencintaimu terus-terusan tak diam-diam. 







Jumat, 08 Mei 2015

Kisah II Pagi yang sedang berulang tahun

sudah 7 Mei...

jadi, hari ini kamu berulang tahun..

ah Pagi...
bukan kah bagiku kau selalu berulang setiap hari,,
bahkan ulang tahun tak cukup bagiku untuk mengulangi kesakralan hadirmu.

selamat ulang tahun Maeja,
ini hadiah ulang tahun untuk mu,
tidak terlalu bagus, dan tidak akan pernah cukup :)

tulisan sungguh sangat terlalu sederhana untukmu
sekali lagi, tak kan pernah cukup
karena bukan cukup yang harus ditemukan bukan,
yang harus ditemukan hanyalah yakin

mengulang-ulang pagi bersama mu, aku tak pernah keberatan!
bahkan tak cukup hanya pagi.
bagaimana jika kita mengulangi seluruh waktu bersama? would you?


Selasa, 05 Mei 2015

Kisah VII aku (mah) apa (atuh)

aku ingin menuliskan mu dengan liar
liar yang entah bagaimana?
yang bernafsu? mungkin!

namun sepertinya sudah gagal liar.
mengapa gagal? pasti karena tak ada lagi malam-malam liar yang memburu nafsu, malam-malam yang seperti sebelumnya. akibat ulah muka bantalku. sisanya, jadi benci berkepanjangan. semoga tak sebenci itu yah Maeja.

aku (mah) apa (atuh)
mencintai, tanpa menemukan celah untuk berhenti.. tidak ingat kalimat ini berhasil dikutip dari sebuah tulisan mana. pun celah berhentinya tak pernah dicari :D dan aku, tentu tak mau menemukannya! bahkan jika diminta berhenti pun aku tak kan berhenti sebelum aku memutuskan untuk berhenti, jangan tanya kapan berhentinya! sudah ku bilang berkali-kali, akan berhenti di waktu yang tiada.

tak ada tulisanku yang liar untukmu, konfrontasi dua sisi selalu memenuhinya.
sehingga gagal liar.. lagi.. berhari-hari. sebanyak-banyak nya kisah, belum mampu mewakilkan apapun! mungkin paragraf-paragraf yang kisah nya malah membawamu entah kemana? apa begitu?

lalu, masih kah cintaku kau bilang dalam dan sederhana?
atau gombal? atau basa-basi? atau kata lain yang mewakilinya?
"lalu, jika dulu kau menggambarkan cintaku pada mu dalam dan sederhana, sekarang apa?" sesuatu yang pada akhirnya, kini, tak boleh lagi ditanyakan.

sebenar-benar nya aku orang yang tak mudah kecil hati, pun sering disebut tau diri karena "tak dibutuhkan" (hmmm... sesuatu yang diulang-ulang, dan aku benci), menempatkan bentuk sebagai yang tak menggangu, yang tak menerabas menjadi kita yang bermakna aku dan kamu! tak ada yang terlalu baik, juga terlalu buruk untuk dicintai.

sudah terlalu dini hari, akan kulanjutkan draft ini esok lagi, sekarang aku harus mengistirahatkan tubuh dan fikiran, untuk menerima lagi energi yang jadi bahan untuk mencintaimu

kita, diam, kita, bisu.

banyak hal-hal yang dapat digambarkan melalui apapun, namun kita memilih bisu sebagai jalan yang kita ambil. bukan kah begitu.
lalu bisu jadi mampu menganyam setiap endapan rasa risau, kadang tidak.

aku tak akan memaksa membicarakan apapun, namun adakah yang dapat ku bantu?

kau? apakah bermakna kekasih?
mungkin kau kekasih bagiku, tapi aku tidak tau sebaliknya

perhatian, itu tak sengaja, atau kah sesuatu yang diingkari? spekulasikah? konfrontasi rasa kah?






Senin, 04 Mei 2015

menangis sambil tertawa

jatuh hati, gila.
lalu sesedih-sedihnya, sesakit-sakitnya kata-kata melukai, 
aku masih tersenyum bahagia mengingat cinta pada mu..
terima kasih :)

mungkin cinta memang bahan menulis seperti katamu..

semua bisa dituliskan, dan aku, memilih mengabadikanmu!

kau yang sesekali bilang menginginkanku, sering kali mengatakan tak butuh.

lalu, setiap saat kita kembali mengurai rasa dan tergopoh-gopoh sendiri untuk bangkit masing-masing!
mengobati diri masing-masing.
mengapa kerisauan dan entah berantah yang merisaukan hadir selalu ketika tak bersama?
bukankah itu berarti kita harus terus bersama? berdekatan! tak boleh berjauhan! kamu harus sepakat akan hal ini In, sungguh ini adalah pemikiran briliant hasil kecintaan!

aku tak pernah tau bagaimana LDR mu sebelumnya, pun kehidupan bareng mu dan lain - lain yang entah. pun mungkin kau merasa aku ini butuh tau atau tidak, yang aku tak pernah bertanya ini lah.
bertanya saja tidak dijawab, apalagi diam, ya begitulah dibahasakan tidak peduli? kau ingin dipedulikan? mungkin tersampaikan, walau tersirat. tapi tak peduli, hmmm... dulu-dulu yang aku ini kurang bisa merasa ya tersebutlah yang *sensored* itu lah... mungkin ingat, mungkin tidak.-- sungguh bahasa yang tak jelas.

sungguh, jangan jauh dariku, mari terus berdekatan!
setiap hari kita harus melihat satu sama lain lebih lama, mendekap juga harus lebih lama dari biasanya!
walau kau tak mau lagi kah ku temui beberapa hari kedepan?
aku masih bertanya-tanya, berapa banyak cerita hal lain mu yang tak ada akunya!
aku masih bertanya-tanya, siapakah yang mengakibatkan macam-macam rasamu, 
berapa banyak dia? tak pernah terjawab! tak pernah ditanyakan!
bukan kah aku tak ingin menginterupsimu, aku diam, menunggumu menceritakan apa yang ingin kau ceritakan. atau mungkin, kita sama-sama menunggu? menunggu yang akupun tak pernah menceritakan apapun!

suatu saat, dengan kejadian yang mirip serupa dengan malam ini, dengan gontai yang cukup terkuras tenaga nya secara fisik, aku memutuskan untuk datang menemuimu, sialnya malam itu pula kita berbaikan, bernafsu, juga sekaligus malam yang menjadikanmu membenciku lebih dalam, lebih berkepanjangan! -- maka malam ini kuputuskan memberi celah pada diri sendiri untuk tak mengalah, tak menemui, memenangkan ego masing-masing, bukan kah kita yang egosentris ini selalu membutuhkan waktu untuk diri sendiri bukan, walaupun malam ini aku sangat ingin mendatangimu, pun sambil berkhayal kau tiba-tiba hadir dihadapanku untuk sekedar mencoba menenangkan. yah menenangkan yang tak kau butuhkan.

aku bukan kamu! 

apa kau lelah dengan keberadaanku ditengah-tengah kalian yang sedang ingin memperbaiki berbagai hal? semoga tidak! bukan kah kita sepakat untuk tidak lelah! :)

pun sesedih-sedihnya, sedih yang katamu akan cepat dilupakan aku tetap mencintaimu. tetap meyakinimu. bisa tidak tak usah kau ulang-ulang kata-kata "tak butuh". aku jadi ingat mengulanginya selalu jika mengingat-ingat "tak butuh" yang selalu kau sampaikan. dan aku benci hal itu!

lalu berbagai pertanyaan yang katamu pertanyaan sepotong yang tak bisa dijawab, tetap tak terjawab!

sedih itu juga ucapan cinta..

maka berikan dirimu, untuk dirimu.