Kamis, 26 Maret 2015

point of view, aku dalam menantimu di angka 7



sorry ya,
malam ini saya merindukanmu lagi
dimanapun kamu berada, sepertinya itu-itu saja kesibukanku kali ini
untungnya saya ataupun kamu (untuk saat ini) tidak berkeberatan akan hal ini kan :)
apa harus meminta maaf untuk hal ini, seperti pembuka catatan ini?

sekarang pukul 00.00
lepas 7 jam menuju angka 7

setiap hari, menuliskanmu
tak bosan kau kutuliskan?
tak bosan kau melihati tulisan?

--------------------

mencintai dengan komplit,
walau cinta masih dini, masih terlalu prematur 
bahkan rentan untuk digugurkan
mengapa bisa kuyakini seperti telah dibangun sejak lama?
egoisku kah? atau hanya rasa-rasa ku saja?
paket cinta komplit dengan rindu, resah, kalut, sedih, bahagia, marah, benci, tertawa, menangis, tersenyum, merengut, memuji, mengumpat, mengagumi, mencaci-maki, menjadi pelengkap perjuangan hidup.


mengeja cinta...
cinta yang tak malu-malu...


------------------------
mencintaimu, mencintai hidupku.
-------------------------





Selasa, 24 Maret 2015

IN

Aku adalah cinta yang hadir tanpa di cari dan di minta. 
Akulah cinta yang berdiri sendiri.
Akulah cinta yang lahir tanpa peduli pada pandangan-pandangan aneh siapapun yang tak mengerti dan tak perlu mengerti.

cinta yang tak perlu dikasihani.

adakah cinta yang terlalu mahal untuk diabaikan? 
atau cinta yang tak terlalu berguna untuk dihiraukan

aku cinta dirinya dengan cara yang berbeda.
berbeda dari cinta yang pernah kuterima, berbeda dari cinta yang pernah kuberikan
berbeda dari cinta yang pernah dia terima, berbeda dari cinta yang pernah dia berikan.
dia mungkin juga mencintaiku, kadang-kadang.
cinta kala khilaf, seperti bahasanya.
kali ini dia sudah selalu bilang tak pernah suka, pun bahkan terus menyatakan kebenciannya pada ku, seseorang yang tak punya keterampilan bagus dalam berkomunikasi, pun pernah melakukan kesalahan fatal tak termaafkan dan tak terlupakan. 

lalu, dia pun menerima cintaku dengan cara yang berbeda, 
sembari tak lupa mencintai yang lain 

Rabu, 18 Maret 2015

tak ada cinta yang meminta-minta, draft hidup.


ada yang bilang, jika kamu mencintai dua orang dalam waktu yang bersamaan, 
pilihlah yang pertama. karena telah teruji kebersamaannya.
lalu ada pula yang mengatakan pilihlah yang kedua karena jika kau benar-benar mencintai yang pertama, kamu tak kan mencinta lagi..

lalu kau berpihak pada yang mana?

tidak dua-duanya, karena cinta, ia milik semua manusia.

--

tugas kita menyenangkan diri sendiri, bukan menyenangkan orang lain
kebahagiaan orang lain, tiada yang kuasa mengintervensinya, walaupun setidaknya kita tetap bisa sedikit berkontribusi menghadirkan kebahagiaan baginya.
tapi saya tetap hanya manusia. 
entah perkara membela diri ataupun mematuhi.
bahagia itu diri kita yang membuat, bukan digantungkan pada siapapun, atau menggantungkan kebahagiaan siapapun.
jika ingin membuat orang lain bahagia, maka kita harus bahagia pula.
agar kebahagiaan yang kita beri 'tidak semu'
mungkin saja seperti caramu bahagia dengan membahagiakan orang lain salah satunya.
bahagia yang sungguh, atau semu kah?

--


Dua 
gambar an hidup 

Lulus kuliah
IPK tertinggi di antara teman-teman nya
Punya karir hebat
Menikah muda, punya anak dan suami
mati.

Lulus kuliah
IPK tertinggi diantara teman-teman nya
Jadi manusia, jadi apa saja yg kamu mau
sesuai keinginanmu, bukan keinginan siapa-siapa
mati dengan bahagia dan merdeka.
mungkin tak ada yang menangisi.
karena bukan matimu yang ditangisi tapi hidupmu.
ditangisi oleh orang-orang yang menaruh banyak harapan hidupnya dipundakmu.
walau tanpa prioritas.

boleh kah disitu saya egois untuk hidup saya?

cerita pagi


Kisah simple, tapi membahagiakan itu hari ini.
Tadi, beberapa saat yang lalu.. 

Dapat memandangimu dengan jarak dekat 
di antara banyak ragam bentuk manusia,
 itu adalah hal langka yang jarang terjadi. 
Saya bahagia mencintaimu.
Hmm.. 

Biarpun kamu sudah punya banyak kisah dan cinta, 
seperti yang kau tuliskan, 
Bahkan mungkin cintaku sedang tak dibutuhkan,
saya tetap mencintaimu, mencintai tanpa tetapi,
 mencintai tanpa karena, mencintai dengan mencinta..

Kau tau, pagi?
Pagi itu, isi nya kegelisahan
Gelisah kalau kalau saja nanti kau terbangun, 
lalu tiba tiba tak mau lagi mengenal ku. 
Semoga, ini tak kan pernah terjadi.. 
Jika memang ternyata harus terjadi, 
kumohon terjadilah diwaktu yang 'tidak pernah ada'..

14.03.2015

03.22

Senin, 16 Maret 2015

Diskusi Pagi

Cerita Diam

---

aku tertidur lagi,  tanpa disadari..
aku kehilangan lagi momen bersamamu.

lalu, saya sadar, kamu berlalu menghilang bersama suara pintu yang tertutup..
siapa yang kau temui di ujung sana? diujung dering ponsel genggammu. ditemani kepulan asap tembakau yang kau bakar. bersama dini hari yang dingin. yang kuserakahi bantal dan gulingmu dengan sengaja. cukup lama. kau tak kembali. pun belum kembali hingga detik ini..

---

hmmm,,,, kosa kata ku hilang..
aku berusaha mengingat banyak hal-hal yang kuresapi, namun tidak.

---

aku tak butuh ribuan orang untuk mengetahui apa-apa yang terjadi pada aku dan pagi.
pun pagi tak ingin menjadikannya terang.

---

saya kembali menantikanmu, lagi.
tak ada yang berubah.


Selasa, 10 Maret 2015

KONFRONTASI


"lalu, apakah 'cinta' yang ada terlalu tinggi levelnya sehingga tak patut dikurung dan direalisasikan dalam 'keterwujudan'..?"

"atau, 'cinta' yang ada, terlalu memalukan untuk 'diwujudkan' ... karena, harga diri selalu menang"

"apakah kebahagiaan orang lain adalah tanggung jawab diri kita?

"apakah 'cinta' yang ada masih dalam 'draft'?...  atau masih butuh proposal tawaran pengenalan cinta"

"mengutip kalimat lama; Ada hal yang paling sederhana yang bisa dilakukan ketika kita mencintai seseorang : percaya. 
lalu, apa ada yang dipercaya? setauku kita punya 'yakin' yang berbeda.. aku yakin bahwa......it's gonna work, if I build love together with U, tapi kamu tidak punya keyakinan akan hal tersebut"

"jika kau selalu berfikir mengenai 'apakah kau hanya menjadi pilihanku ketika bosan' maka aku malah sudah mendapatkan jawaban bahwa  aku justru sama sekali tidak masuk dalam pilihan mu 'ketika waktu apapun'.."

Sabtu, 28 Februari 2015

maka cinta, mencintalah sebaik-baik nya..

maka cinta, mencintalah sebaik-baik nya..
maka cinta, mencintalah sebaik-baik nya..
maka cinta, mencintalah sebaik-baik nya..

maka cinta, mencintalah sebaik-baik nya..
mencintalah sebaik-baik nya..
mencintalah..

maka cinta,
mencintalah sebaik-baik nya..
sebaik-baik nya..